KEMAMPUAN BERNYANYI

Ada berbagai macam potensi dampak yang timbul dari terlibat dalam bernyanyi di setiap tahapan usia. Bukti ini adalah  benar terutama selama masa ketika pengalaman formatif dapat membentuk kesan seumur hidup pengalaman musik seseorang dan kemauan untuk terlibat dalam aktivitas bernyanyi.

Bagaimanapun juga pembentukan  musik berikutnya, tergantung pada sifat dari pengalaman masing masing individu, dari pengalaman sebelumnya bisa berdampak negatif atau sebaliknya berdampak positif. Ada sebuah pengalamn dari seorang ibu 43 tahun yang mempunyai pengalamannya menyanyi di sekolah ketika dia berusia 11 tahun. ”Aku menyanyi sambil berdiri, didepan kelas, akan tetapi guruku menyuruhku duduk kembali dan mengatakan bahwa aku tidak bisa bernyanyi dengan baik, aku merasa hancur, dan akhirnya aku menangis".

Ini bukan sebuah contoh diantara sekian banyak pengalaman, dan hampir disetiap kelompok orang dewasa mungkin pernah setidaknya mempunyai satu pengalaman negatif bernyanyi di depan kelas setidaknya dimasa kecil mereka. Ketika konsep "Buta nada" sering disebut sebagai alasan budaya, sehingga dapat diterima dalam konsep pikiran masyarakat, maka tak terelakkan untuk para ‘buta nada" ini merasa tidak perlu belajar bernyanyi, meskipun bukti ini sebagai kondisi yang sama sekali tidak benar.
"Buta nada" dalam bernyanyi tersebut didasarkan pada kesalah pahaman yang mendasar dari sifat bernyanyi, harus dipahami sebagai perilaku yang rentan terhadap proses, dan tidak harus ditandai sebagai ketidakmampuan atau kemampuan seseorang untuk bernyanyi. Musik adalah sesuatu yang berkembang dari waktu ke waktu.

Teori ini didukung oleh bukti terbaru untuk memastikan bahwa semua anak memiliki setidaknya satu pengalaman bernyanyi positif. Didasarkan pada lebih dari 10.000 anak-anak di tiga tahun pertama dari program (2007-2010), kemudian didapat hasil penegasan temuan dari penelitian sebelumnya di benua yang beragam dan latar belakang budaya bahwa anak-anak muda cenderung menjadi penyanyi kurang baik dibandingkan rekan-rekan mereka yang lebih tua. Ini juga mendukung temuan bahwa kompetensi menyanyi biasanya bertambah lebih baik hasilnya seiring dengan perkembangan usia. Itu adalah normal untuk anak-anak muda sejalan dengan waktu untuk mengembangkan keterampilan menyanyi mereka. Beberapa diantaranya dapat menunjukkan kemampuan langsung, sementara yang lain memakan waktu lebih lama untuk mencapai pengalaman yang sama pada tingkatan atau level tertentu dibandingkan dengan kebanyakan anak-anak yang mendaoat dukungan yang tepat.

Mencapai tingkat berikutnya untuk lebih maju dalam mencapai kemampuan bernyanyi tidak selalu terjadi, hal ini biasanya karena komentar tidak sensitif oleh orang dewasa atau teman sebaya yang sama sekali tidak mendukung, dengan didasarkan pada pemahaman yang tidak akurat tentang perkembangan bernyanyi. Pada akhirnya dimana anak-anak telah memperluas kesempatan belajar bernyanyi dengan guru yang terampil dan teman sebaya yang mendukung,maka kemampuan bernyanyi akan lebih terarah. Seharusnya kemampuan bernyanyi dapat dimulai sejak di masa balita (bawah lima tahun). Didalam beberapa penelitian, pengalaman bernyanyi yang berkelanjutan dan ditambah dengan diperkaya akan banyak pengalaman bernyanyi memungkinkan anak-anak menjadi dua kali lebih baik dibandingkan dengan rekan-rekan mereka (rata-rata) dalam hal kemampuan menyanyinya.

Selanjutnya, penelitian di Inggris menunjukkan bahwa kemampuan untuk bernyanyi kompeten dan percaya diri cenderung untuk membawa tambahan, keuntungan lebih luas tertentu, Penyanyi lebih kompeten cenderung lebih positif untuk menunjukkan harga diri dan memiliki lebih besar rasa sosial.

Selain itu, dimana anak-anak terlibat dalam pengalaman bernyanyi sukses tanpa merasa takut gagal atau rasa malu pada saat usia dini perkembangan mereka, mungkin akan mengalami manfaat kesehatan fisik (melalui kemampuan fungsi jantung dan pernapasan lebih baik, serta lebih dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh), di samping juga dampak psikologis yang positif (seperti perbaikan suasana hati dan mengurangi stres), baik itu bernyanyi sendiri atau sebagai bagian dari suatu komunitas.

Tanggung jawab kita sebagai pendidik musik untuk dapat mengenali kekuatan menyanyi dan untuk memastikan bahwa kita memaksimalkan manfaat dan meminimalkan kemungkinan dampak negatif, seperti interospeksi pada diri kita sendiri, mungkin tidak sengaja atau kurangnya dalam pemahaman berhadapan dengan individu, bahwa sebenarnya kemampuan bernyanyi seseorang adalah hak asasi masing-masing kita.

(HS'o@2011)

Additional information