BELAJAR PIANO BAGI ANAK PRA-SEKOLAH.

Orangtua siswa piano yang termasuk dalam kategori ini harus mengerti maksud belajar bermain piano tingkat prasekolah, jika mengharapkan anaknya bisa bermain piano dan menunjukkan kemajuan dalam waktu yang singkat, tentu itu merupakan pengharapan yang keliru. Orangtua harus menyadari benar apa tujuan diperkenalkannya musik pada anaknya, dengan kata lain, bisa bermain piano dengan baik bukanlah itu yang akan dicapai, karena umur pra-sekolah tidak bisa menyerap informasi yang banyak, seperti menghafal satu lagu yang panjang. Konsentrasi anak prasekolah sangat pendek, dan waktu belajar harus juga menjadi tempat bermain baginya. Jadi ketika sebuah sekolah musik menerima siswa pra-sekolah, harus ada wawancara yang terarah dengan orangtua siswa agar guru piano mengetahui apa yang dicari orangtua itu.
Mengajar piano pada anak pra-sekolah memiliki tantangan tersendiri karena guru piano tersebut memiliki tugas untuk membentuk rasa ketertarikan anak terhadap piano. Tugas guru piano bukan hanya mengajar anak itu dengan sabar tetapi juga sekaligus menjadi teman bermain si anak.
Banyak guru piano tidak memiliki kesabaran, dan emosional  dan tidak siap untuk mendidik anak-anak pra-sekolah. Jadi tidak semua guru bisa mengajar mereka dengan baik dan benar.
Hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah kesiapan mental anak pra-sekolah.
Yang menjadi perhatian utama adalah: Apakah anak itu sudah menguasai alphabet? Apakah anak itu sudah dapat menghitung hingga 20? Mampukah anak itu duduk dan berkonsentrasi paling tidak selama 10 menit dalam satu waktu? Apakah ia sudah mengetahui kiri dan kanan saat itu?
Kesiapan emosional anak tidak kalah pentingnya dalam memulai belajar piano. Apakah si anak sudah mampu mempertanyakan materi pelajaran? Seberapa jauh ketertarikannya pada piano? Apakah ia suka berpura-pura bermain piano, dengan menggerakkan jari-jemarinya? Bagaimana reaksi atau kesan si anak ketika orangtuanya menyarankan untuk belajar piano? Bagaimana responnya ketika diperdengarkan musik piano?
Kesiapan orangtua juga dituntut dalam hal ini. Disini terdapat sejumlah pertanyaan tersembunyi yang perlu digali dari orangtua murid. Apakah orangtua siap duduk selama 20-30 menit setiap hari untuk mendampingi buah hatinya berlatih piano? Akankah orangtua tetap mandampinginya dalam ruang piano apabila ia berkeinginan? Apakah orangtua dan anggota keluarga bersedia untuk tidak berisik selama anak latihan? Dapatkah orangtua mengajak anggota keluarga lain memberikan support kepada si anak? Apakah orangtua bersedia berkorban materi seperti membeli piano, bila memang belum punya? Orangtua tersebut harus dapat memberikan jawaban yang pasti dan berkomitmen untuk siap melakukan semua hal tersebut diatas.

 

 

 

 

 

 

 

Additional information